Rabu, 20 November 2019

Diskon hingga 80 Persen Ini Mall yang Menggelar Midnight Sale

Nilai Ganti Rupiah Tembus Rp 14.908 per Dolar AS Hari Ini

, Jakarta - Nilai ganti rupiah kembali turun, Selasa, 18 September 2018. Berdasar Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, kurs sentuh level Rp 14.908 per dolar Amerika Serikat.

Simak juga: Defisit Perdagangan Turun BI: Desakan Rupiah Harusnya Lebih baik

Angka itu tunjukkan nilai ganti rupiah alami pelemahan sekitar 49 point daripada Senin, 17 September 2018, yaitu Rp 14.859 per dolar AS. Sedang berdasar RTI Business jam 11.14 WIB, kurs sampai level Rp 14.921 per dolar AS.

Awalnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo optimis desakan pada nilai rupiah lebih baik bersamaan dengan menyusutnya defisit neraca perdagangan pada Agustus 2018. Dengan angka ini seharusnya desakan pada rupiah lebih baik jika memperbandingkan dengan bulan kemarin, terkecuali perkiraan pasar lebih rendah defisitnya, tutur Dody di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 17 September 2018.

Tubuh Pusat Statistik awalnya menginformasikan neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2018 alami defisit US$ 1,02 miliar. Angka defisit bulan ini lebih kecil bila dibanding dengan bulan kemarin, yaitu sebesar US$ 2,01 miliar. Defisit neraca perdagangan itu dipacu oleh defisit bidang migas US$ 1,66 miliar, sesaat bidang nonmigas surplus US$ 0,64 miliar.

Dody memandang banyak kebijakan berkaitan dengan import yang diambil pemerintah sekian waktu paling akhir ini sebetulnya sudah kelihatan efeknya. Efek itu tecermin dari membaiknya defisit neraca perdagangan.

Cuma, efek itu baru dapat kelihatan dengan setahap karena banyak kebijakan yang diambil pemerintah, seperti meningkatkan biaya pajak pendapatan import, aplikasi biodiesel B20, sampai penangguhan proyek-proyek infrastruktur, adalah kebijaksanaan periode menengah panjang.

Tidak hanya kurangi import, Dody menjelaskan pemerintah masih mempunyai kebijaksanaan untuk mengangkat export, yang dapat berefek pada kestabilan nilai ganti rupiah. Harusnya dengan rupiah yang terdepresiasi bisa saja unsur untuk bersaing dari sisi export, tuturnya.

"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar